Sharing kali ini. Berkaitan tentang hubungan antara pembeli dan penjual. Setelah capek-capek iklan sana-sani tujuanya adalah ada calon konsumen tertarik dengan iklan kita. Ketika mereka beneran datang e tapi kitanya gak bisa menggiring si calon kunsumen tersebut untuk closing. Gimana hasilnya? Nangiiisss mak nangiiiiss.

yukkk kita simak materi perdana ini


SERVICE EXCELENCE

Service Excelence adalah investasi jangka panjang untuk bisnis. Jadi usahakan selalu berikan pelayanan yang terbaik. Service Excellence gak bisa dibeli. Gak bisa dintunda atau nggak bisa diterapkan secara instan.

Untuk memahami tentang Service Excellence ada dua hal yang harus bisa dibedakan. Yaitu bad service dan good service. Kalau sudah good service maka secara langsung ia telah menjadi bagian dari Service Excellence.

BAD SERVICE akan terjadi bila:
√ Memberi keterangan yang membingungkan si konsumen
√ Membiarkan konsumen menunggu lama untuk bertransaksi atau hanya sekedar bertanya tentang sebuah produk
√ Kurang perhatian kepada konsumen
√ Menggunakan tata bahasa yang kurang bagus dalam melayani. Misalnya bahasa yang kasar dan kurang bersahabat
√ Penggunaan singkatan yang berlebihan dalam chatting di smartphone. Misalnya penggunaan bahasa alay yang penuh dengan singkatan.

GOOD SERVICE akan tercapai bila:
√ Kita kompeten atau berkualitas. Baik menjawab pertanyaan atau memberi penjelasan
√ Semua cara kita dalam menghadapi konsumen membuat mereka merasa nyaman
√ Proaktif dalam memberikan pelayanan
√ Menambah sentuhan personal dalam pelayanan

•••
Pengalaman salah satu teman.
Aku pernah belanja online yang bahasa CSnya terkesan jutek banget. Padahal di sananya mungkin enggak bermaksud gitu sih. Tapi kitanya jadi enggak nyaman sebagai buyer terus jadi males deh. Pernah juga ngalamin niatnya mau nanya-nanya produk niat mau beli. Tapi online shopnya kayak terkesan memaksa kita harus beli. Ujung-ujungnya jadi males deh beli di sana.

Alhamdulillah pengalaman-pengalaman itu aku terapin di online shopku. Ngobrol bikin senyaman mungkin sama customer kayak teman tapi masih profesional. Walhasil pelanggan yang repeat order dan trust semakin banyak bahkan sampai sering ada yang curcol hehehe

Terbukti. Awalnya kita niat beli malah gagal karena CSnya jutek. Sebaliknya awalnya cuma nanya-nanya malah jadi beli karena CSnya baik. Terkadang pelanggan melakukan repeat order bukan karena produknya. Tapi karena senang dengan pelayanannya.

Terkait Service Excellence ini agar mudah dipahami akan saya bagi menjadi 3 bagian:
1. Proses Pemesanan dan Pengiriman
2. After Sales Service
3. Keluhan-keluhan yang sering dihadapi ketika sudah pengiriman barang.

Gimana penjelasan detailnya?

BERSAMBUNG

•••
Disarikan dari buku EEJJ Muri Handayani. Dengan beberapa editan.

Ely Owner www.tokoharits.com

Service Exelence Part 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *