Masker vs Face shield, ini Kelebihan dan kekurangannyaPosted by On 09-07-2020

masker

Mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah adalah new normal di tengah pandemi corona. Terlebih, berbagai otoritas kesehatan resmi telah menyarankan penggunaan masker untuk melindungi diri dari penyakit, sekaligus mencegah penularan penyakit. Belakangan, beberapa orang juga mengenakan face shield atau perisai wajah sebagai pelindung saat beraktivitas di luar rumah.

Face shield adalah alat pelindung wajah mirip perisai yang dibuat dari plastik. Berikut kelebihan dan kekuarangan masker serta face shield:

Kelebihan dan kekurangan masker untuk cegah corona

Melansir Health (28/5/2020), masker sudah tepat dijadikan alat pelindung diri (APD) saat kita harus beraktivitas di luar rumah. Masker dapat memblokir partikel droplet (cipratan cairan dari saluran pernapasan), yang mengandung kuman termasuk virus corona, saat seseorang bicara, bernapas, batuk, dan pilek. Masker juga bisa menutup rapat semua bagian samping dan bawah area wajah untuk memberikan perlindungan mulut serta hidung dari kuman. Beragam manfaat tersebut bisa didapat dengan catatan, masker digunakan dengan cara yang benar.

Selama ini beberapa orang menggunakan masker secara asal-asalan. Misalkan masih sering memegang wajah, tidak menutup rapat hidung, bahkan cuma dipakai di dagu. Apabila tidak digunakan dengan benar, efektivitas masker untuk melindungi seseorang dari paparan kuman seperti virus corona jadi menurun.   Masker juga belum melindungi area mata, salah satu pintu masuknya penyakit, sehingga masih membutuhkan proteksi tambahan seperti kacamata. Salah satu kelemahan lainnya adalah, masker sulit digunakan untuk berkomunikasi bagi orang yang mengandalkan pembacaan mulut. Kondisi ini bisa membuat orang jadi berdekatan dan mengabaikan jaga jarak aman minimal dua meter dari orang lain.

Kelebihan dan kekurangan face shield untuk cegah corona

Seperti dilansir dari New York Times (24/5/2020), face shield dianggap bisa memberikan proteksi area mata, hidung, sekaligus mulut. Studi simulasi batuk pada 2014 membuktikan, perisai wajah bisa melindungi penggunanya dari paparan virus sampai 96 persen, saat digunakan dalam jarak setengah meter dari orang yang batuk. Tidak seperti masker, face shield juga cenderung praktis digunakan dan minim celah kesalahan cara penggunaan. Terkait sterilisasi, face shield bisa didisinfeksi di mana saja. Sehigga orang tak perlu repot membawa beberapa face shield saat berada di luar rumah.

Face shield juga dianggap lebih ramah pengidap bisu tuli yang mengandalkan pembacaan mulut untuk berkomunikasi karena dibuat dari bahan transparan. Selain itu, dengan keunggulannya dari segi komunikasi, face shield bisa menunjang jaga jarak aman. Setiap orang bisa berkomunikasi tanpa perlu berdekatan. Kendati demikian, face shield dianggap lemah dari sisi keamanan karena kuman masih memiliki celah untuk masuk di bagian samping dan bawah. Tak hanya itu, studi terkait efektivitas penggunaan face shield untuk melindungi diri dari paparan virus corona sesuai bukti belum tersedia.

Perlindungan ekstra

Apabila harus memilih antara masker atau face shield saat beraktivitas di ruang publik, beberapa ahli punya jawabannya. Dokter spesialis pencegahan infeksi dari St. Joseph Hospital dan Mission Hospital California AS, menjawab masyarakat wajib memakai masker saat berada di luar rumah. “Pilih tersebut untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona, terutama bagi orang tanpa gejala,” kata dia. Menurut Baliley, face shield lebih diperuntukkan sebagai APD bagi petugas kesehatan. Pasalnya, masyarakat umumnya tidak terpapar kontak dengan pasien berisiko tinggi dari jarak dekat. Masyarakat yang masih bisa memungkinkan jaga jarak aman minimal dua meter saat di luar rumah, cukup menggunakan masker.

Dokter spesialis penyakit menular dari NYU Winthrop Hospital AS, Bruce Polsky, MD, juga menyampaikan, face shield digunakan petugas medis sebagai perlindungan ekstra selain masker. “Face shield bukan pengganti masker, tapi perlindungan ekstra dari kontaminasi penyakit,” jelas Polsky. Menurut Polsky, face shield sangat penting bagi petugas kesehatan untuk menekan risiko penyebaran penyakit saat harus menangani pasien penyakit menular dari jarak dekat. Kendati demikian, masyarakat dipersilakan mengenakan face shield sebagai perlindungan ekstra saat beraktivitas di luar rumah. Asalkan, tetap sadar untuk memprioritaskan APD ini bagi petugas kesehatan yang lebih membutuhkan. Selain itu, masyarakat juga tetap diminta sebisa mungkin tinggal di rumah, jaga jarak aman minimal dua meter saat berada di luar rumah, menjaga daya tahan tubuh, serta rajin membersihkan tangan.

www.tokoharits.com

Management

Face shieldmasker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *